Minat masyarakat melonjak, Unma siapkan sarana poliklinik dan kantin sehat
Rektor Universitas Majalengka (Unma) Dr. Indra Adi Budiman, menyebut minat masyarakat untuk belajar di Universitas Majalengka terus melonjak

Elshinta.com - Rektor Universitas Majalengka (Unma) Dr. Indra Adi Budiman, menyebut minat masyarakat untuk belajar di Universitas Majalengka terus melonjak.
Lonjakan signifikan minat masyarakat untuk menimba ilmu di Universitas Majalengka, menurutnya harus didukung pihak Unma dari sisi sarana prasarana.
Indra menyebut, jumlah angka kenaikan mahasiswa terjadi dalam dua tahun terakhir, dimana jumlah mahasiswa yang mendaftar ke Universitas Majalengka selalu diatas angka 1.000 mahasiswa, hal itu berbanding terbalik dari tahun - tahun sebelumnya.
"Kami tentu bersyukur, bahwa dengan usia 18 tahun kami eksis diterima oleh masyarakat itu dibuktikan atau ditandai oleh minat masyarakat untuk bisa melanjutkan studinya di Universitas Majalengka," ujar Indra Adi Budiman usai acara
sidang terbuka, senat Universitas Majalengka dalam rangka dies natalis ke 18 Universitas Majalengka, Kamis (18/4).
Menurutnya, dalam 2 tahun ini ada lonjakan penerimaan mahasiswa baru di Universitas Majalengka, yakni diatas 1.300 padahal di tahun 2020 kebawah selalu dibawah angka 1000.
Lonjakan kenaikan jumlah mahasiswa tersebut kata Indra, sesuai harapan civitas Unma yang telah menunjukan perubahan sehingga Unma makin diminati.
"Harapan kedepan tentu ingin mewujudkan segala cita cita, segala harapan civitas terkait kebersamaan, kesejahteraan dan perubahan. itu harus benar-benar diwujudkan dan tidak terlalu lama harapan terhadap tiga jargon itu yaitu perubahan, kebersamaan dan kesejahteraan, bisa terwujud," tandasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Jumat (19/4),
Sementara, terkait daya dukung Unma dari sisi sarana prasarana, Indra menyebut gedung QC Unma kini telah mengalami perombakan serta sarana penunjang di dalamnya yang lebih memadai, termasuk memiliki mushola di sejumlah ruangan dan terbaru memiliki gedung poliklinik dan kantin sehat
"Yang paling kami banggakan, contoh di rektorat setiap kali waktu sholat umpamanya itu mesti di ruangan masing-masing sekarang kita punya mushola walaupun tidak besar tapi bisa dilihat sendiri, cukup nyaman untuk beribadah," ungkapnya.
"Selanjutnya kami juga punya QC sudah ada beberapa tahun lalu, namun di 2 tahun terakhir ini kita rombak sehingga, bisa lebih baik penampilannya, kualitasnya bahkan sarana prasarana pendukung yang ada di QC juga sudah sangat bertambah, apalagi saat ini yang sudah disaksikan oleh rekan-rekan semua kita sudah kembali memiliki kantin setelah kurang lebih 3 atau 4 tahun lalu kantin itu tidak ada," tambah Indra.
Indra menyebut, adanya sejumlah sarana baru, menurutnya semua atas support dari yayasan termasuk dalam pelayanan di Poliklinik yang ternyata sekaligus dengan dokter yang bertugas setiap kamis dan Sabtu.
"Tentunya ini harus kita apresiasi karena tidak hanya kantin, ternyata klinik yang sudah beroperasi sejak 3 bulan lalu sudah ada dokter yang sesungguhnya yang bertugas hari Rabu dan Sabtu untuk saat ini, mudah-mudahan kedepan ada penambahan dokter rencananya setelah sekarang ada dokter umum, kedepan ada dokter gigi dan spesialis," harapnya.
Sedangkan, untuk menunjukkan Unma dari sisi mutu, Indra Adi Budiman menyebut keseriusan Unma dalam meningkatkan akreditasi, menurutnya sejumlah prodi bahkan beberapa diantaranya sudah meningkat hasil akreditasinya dari B menjadi baik sekali
"Itu terbukti ada beberapa prodi yang sudah meningkat hasil akreditasinya yang tadinya B jadi baik sekali malah. Itu diluar dugaan dengan hasil kerja keras ternyata 5 prodi bisa meraih predikat baik sekali, tentunya nanti satu atau dua prodi kita upayakan ke unggul, mudah-mudahan terwujud," ujarnya seraya menyebut Prodi Penjas, sudah memenuhi syarat tinggal satu langkah lagi yang diupayakan yakni implementasi dari kerjasama internasional, dan satu lagi yaitu Prodi Agro," pungkasnya.